Jangan Menyalahkan Waktu

JAMBI, Beritategas.com – Ma’asyiral Muslimin pembaca yang dirahmati Allah. Puji syukur kepada Allah Subhanahu wa ta ala dengan ucapan Alhamdulillâhi rabbil âlamin, mari senantiasa kita ucapkan sebagai bentuk terimakasih kepada-Nya atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita semua, khususnya nikmat iman dan sehat, sehingga kita bisa terus istiqamah menunaikan ibadah dan kewajiban semata mata mengharap ridhonya Allah.

Semoga ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah Subhanahu wa ta ala dan kita digolongkan sebagai hamba-hamba-Nya yang taat, serta dikumpulkan dalam surga-Nya yang penuh nikmat.

Bacaan Lainnya

Solawat dan salam marilah kita haturkan kepada Junjungan kita nabi besar Muhammad Salallahu alaihiwas salam, “Allahumma shalli ‘alâ Muhammad wa ‘alâ Ali Muhammad”, semoga kita semua diberikan syafaatnya kelak. Aamiin Allahhumma Aamiin.

Selanjutnya, sebagai awal dalam memulai perjumpaan kita di Jumat terakhir di bulan Agustus 2024 /26 Safar 1446 H, Ustaz Sadam Husen, S.Sy mengajak para pembaca semua untuk terus berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Alah Swt dengan hakikat takwa yang sesungguhnya, caranya adalah menjalankan semua yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.

Pada kesempatan kali ini ustaz Sadam Husen mengangkat satu judul kajian yaitu: ”Jangan Menyalahkan Waktu”
Dulu sebelum Islam hadir, pada zaman jahiliah, jika seseorang ditimpa segala sesuatu yang merugikannya, mereka akan menyalah waktu.

Hal ini telah dikatakan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
Artinya:
”Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Muslim no. 6000)

Sungguh seorang yang masih saja menyalahkan waktu berarti dia menyakiti Allah. Bagaimanakah seorang mencela waktu, boleh jadi seorang tertimpa musibah pada hari Selasa, dia mencela dengan seenaknya berkata, hari Selasa sial.

Boleh jadi ada yang tertimpa kesusahan pada tanggal 13, dia berkata tanggal 13 sial. Bagai mana dengan kita yang masih meyakini di bulan Shafar akan balak bencana bahkan dikatakan setiap tahunnya
Padahal Allah berfirman didalam Al Qur’an
Artinya:
”Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa (waktu)“, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al Jatsiyah [45] : 24).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Bukankah kita mengetahui bahwa segala bentuk musibah yang terjadi yang datangnya dari langit, dari bumi adalah karna ulah perbuatan kita sendiri, sebagai mana Allah berfirman
Artinya:
Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS Al Ankabut 40)

Kita sadari bahwa langit dan bumi itu takut dan tunduknya kepada Allah sangat luar biasa, sehingga mereka datang kepada Allah dengan senang hati, tidak mungkin balak bencana turun baik dari langit atau dari bumi tanpa ada izin dari Allah.
Artinya:
Dia(Allah) kemudian menuju ke (penciptaan) langit dan (langit) itu masih berupa asap. Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Tunduklah kepada-Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab, “Kami tunduk dengan patuh.”(QS An Fusilat 11).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Sudah waktunya bagi kita ummat Islam untuk lebih meyakini apa apa yang datangnya dari Allah Subhana wata’ala dan apa apa yang datangnya dari Rasulullah salallhu alaihiwas salam, agar keyakinan yang kita bawa menghadap Allah nanti benar benar bisa dipertanggung jawabkan.

Sebagai penutup dari sebuah hadits telah dikatakan.
Artinya:
Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Shafar. (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Semoga kita bisa dapat mengambil hikmahnya dan dijadikan pelajaran kedepan . Aamiin Allahhumma Aamiin
“Berubahlah ketika kamu masih punya waktu, karena mungkin akan tiba saat di mana kamu ingin berubah, waktu tak lagi kau punya.”

Pewarta: A.Erolflin
Editor: Firman

Ikuti Kami di :
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.