Jangan Remehkan yang Haram

Mereka menjadi manusia yang wara’ sampai mereka ketakutan hingga meninggalkan sesuatu yang mubah karena khawatir jangan-jangan hal itu tercampur dengan sesuatu yang haram. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu,

”Kami dulu meninggalkan sembilan peluang dari sepuluh yang halal, karena khawatir kami akan terjerumus pada sesuatu yang haram.”

Bacaan Lainnya

Kesadaran semacam ini mulai menurun bahkan bisa jadi hilang di masa-masa sekarang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan salah satu di antara fenomena akhir zaman. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Sungguh benar-benar akan terjadi suatu masa dimana manusia tak memiliki kepedulian dari mana ia mendapatkan harta. Apakah dia mendapat dari yang halal atau dari yang haram.” [HR. Al-Bukhari 2083].

Nabi menyebutkan hal ini 14 abad silam dan bisa jadi jamaah sekalian, saat ini adalah zaman yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu.

kita jumpai ada banyak di antara kaum muslimin, kita bicara kaum muslimin, bukan non muslim, yang mereka sudah lagi tidak memiliki rasa malu dalam mengambil sesuatu yang haram.

Bahkan bisa jadi sesuatu yang haram itu dia ambil secara terang-terangan, dilihat oleh orang lain, dia tidak lagi memiliki rasa malu.

Betul lah apa yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Manusia tak memiliki kepedulian dari mana ia mendapatkan harta. Apakah dia mendapat dari yang halal atau dari yang haram”.

Padahal jamaah sekalian, hal semacam ini bagi para sahabat adalah menjadi sesuatu yang berbahaya besar. Bisa jadi ada orang yang rajin tahajjud. Bisa jadi ada orang yang rajin puasa sunat. Bisa jadi ada orang yang banyak beribadah kepada Allah. Tapi ia tak peduli dengan apa yang masuk ke dalam perutnya.

Ikuti Kami di :
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.