Jangan Remehkan yang Haram

Ibu kita, Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha berkata,
”Sesungguhnya kalian melupakan ibadah yang paling afdhal yaitu al-wara’.”

Apa yang dimaksud dengan al-wara’? wara’ adalah adanya rasa takut melakukan sesuatu yang berpotensi melakukan sesuatu yang berbahaya dampaknya di akhirat.

Bacaan Lainnya

Pembaca yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Perhatian ulama di masa silam, baik para sahabat maupun generasi setelahnya, dalam urusan muamalah sangatlah besar. Karena mereka tidak ingin amal mereka menjadi hilang, ibadah yang telah mereka kerjakan menjadi tidak bernilai di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dikarenakan mereka mengonsumsi sesuatu yang haram.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebutkan dalam sebuah hadits yang shahih:

”Kemudian Rasulullah menyebutkan tentang seseorang yang melakukan perjalanan panjang, kusut rambutnya, kemudian mengangkat tangannya dan mengatakan, “Wahai Rabb-ku, Wahai Rabb-ku, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, perutnya diisi dengan sesuatu yang haram, maka bagaimana Kami mengabulkan doanya”? [HR. Muslim].

Para ulama menjelaskan, “Sebagaiman doa orang ini tidak dipedulikan oleh Allah, ibadah orang ini juga bisa jadi tidak dipedulikan oleh Allah.”

Karena itulah, bisa jadi ada orang yang rajin tahajjud, rajin puasa sunnah, tapi dia tidak perhatian terhadap sumber pendapatan yang dia jadikan sumber nafkah untuk dirinya dan keluarganya sehingga dengan sebab itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berkenan menerima amal ibadah yang telah dia kerjakan.

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga Dia melindungi kita dari setiap potensi sifat jahat yang ada pada diri kita. Karena rakus terhadap harta, kita mengambil sesuatu yang bukan merupakan hak kita. Baik dari negara maupun dari masyarakat ataupun yang lainnya. Aaamiin

Pewarta: A.Erolflin
Editor: Firman

Ikuti Kami di :
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.