PELALAWAN, Beritategas.com – Plt Kadisdikbud Kabupaten Pelalawan, Leo Nardo, S.Pd, MM, melakukan mediasi terhadap permasalahan antara salah satu warga dengan pihak sekolah SMP Negeri 5 Pangkalan Kerinci. Tujuannya untuk memberikan langkah-langkah penyelesaian dengan bijaksana. Salah satu warga yang tinggal di sekitar sekolah sedang progres membuat tempat resapan air di luar batas tanah hak miliknya.
Langkah ini diambil dengan alasan untuk menghindari luapan air mengalir dari rumahnya, sehingga dengan inisiatif membuat tempat resapan air dengan menggali tanah dan membentuknya dari material jenis batu-bata.
Tindakan tersebut menuai kontroversi karena dilakukan di pekarangan sekolah yang telah dibatasi dengan tembok pagar sekolah dan mengganggu parit yang sudah ada sebelumnya. Rabu (4/12/2024).
Pihak sekolah menyampaikan bahwa parit yang berada di tempat tersebut sebelumnya sudah berfungsi sebagai saluran pembuangan air. Namun, salah satu warga justru melakukan pengecoran diatas parit ditambah bangunan rumahnya berada diatas parit yang sebelumnya telah dibuat untuk aliran air, supaya tidak meluap apalagi ketika terjadi hujan.
Hal ini menimbulkan permasalahan baru, menghambat aliran air disekitar pemukiman warga setempat dan dikhawatirkan dapat menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar.
“Untuk pembuatan resapan air ini kami dari pihak sekolah belum ada diberitahu, tetapi beberapa guru-guru sekolah menyampaikan kepada saya bahwa ada pembuatan sumur resapan air di komplek sekolah, bagaimana nanti dengan dampaknya. Sehingga hal ini juga saya sampaikan kepada pimpinan kami Kabag SMP untuk menyelesaikan masalah ini dengan bijaksana,” tutur Nizar sebagai Kepala Sekolah.
Pada pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, termasuk plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan, Leo Nardo, S.Pd, MM, Atil Mahdar sebagai Kabid SMP Disdikbud, Nizar, M.Pd, sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Pangkalan Kerinci Timur, Ketua RT 01 Suwandi, Ketua RW 05 Nurmansyah, Ketua Komite Sekolah Adi Anizar, dan salah satu tokoh H. Anwar Batin Lalang Pangkalan Kerinci juga sebagai Kepala Lingkungan Pulau Payung Pangkalan Kerinci Timur. Mereka bersama-sama membahas langkah yang perlu diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, Leo Nardo, S.Pd, MM, mengatakan keprihatinannya atas tindakan warga yang mengabaikan aturan batas tanah dan keberadaan fasilitas umum seperti parit. Leo juga menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting untuk menjaga fasilitas pendidikan agar dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
Sementara Ketua RT setempat mengatakan terkait pembuatan resapan air ini, juga mengetahui bahwa awalnya bertujuan untuk antisipasi terjadinya aliran air agar tidak tergenang di pekarangan sekolah. Karena sebelumnya aliran air dari rumah Nazwir tidak mengalir melalui parit yang sudah ada sebelumnya.
Nazwir Alam mengakui bahwa sebelumnya memang ada parit kecil di samping pagar tembok sekolah. Tetapi sebagian parit tersebut sudah di cornya sekitar 10 meter, bahkan sekitar 4 meter dinding bangunan rumahnya berada diatas parit tersebut.
H. Anwar Batin Lalang Pangkalan Kerinci menjelaskan, tanah ini saya jual kepada Nazwir Alam sesuai dengan ukurannya tetapi tidak termasuk paritnya.
“Kita sebagai warga setempat juga harus saling menjaga. Fasilitas pendidikan dan tidak menggunakan untuk kepentingan pribadi. Parit yang sudah ada sebelumnya adalah solusi untuk aliran air. Tetapi mengapa membuat resapan air di tanah fasilitas sekolah, hal ini dapat berdampak kedepannya. Makanya dibuatkan pagarnya agar program sekolah dapat tercapai dengan aman. Namun dengan adanya hal seperti ini tentu menimbulkan masalah baru yang dihadapi oleh pihak sekolah,” terang H. Anwar Batin Lalang.
Pada pertemuan ini Kadisdikbud Kabupaten Pelalawan, Leo, mengatakan tentang proses pemagaran sebelumnya tidak tau mengapa bisa terputus karena baru beberapa bulan menjadi plt Kepala Dinas Pendidikan, tetapi pada problem ini selanjutnya akan lebih fokus untuk pagar tembok tersebut dapat dibangun lagi. Sehingga akan memaksimalkan keamanan dari pada kegiatan sekolah dan antisipasi untuk menghindari para murid dengan mudah keluar dari pagar sekolah.
“Bagi saya tentu ada janji antara pak Azwir dengan pak H. Abu Bakar, mungkin secara lisan tetapi melalui telpon tadi pak H. Abu Bakar mengatakan tidak ada restu terkait dengan permintaan pak Nazwir. Bagi kami mungkin dalam konteks pendidikan, melihat pagar terputus seperti ini tidak elok dilihat. Jadi anak-anak kita, butuh dikontrol juga. Mungkin kalau ada celah mereka keluar mungkin keluar tanpa sepengetahuan dari pihak sekolah, tentu hal ini sangat disayangkan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan resapan air yang dibuat ini tentu dari pihak pendidikan tidak setuju karena nanti kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Nanti kita saling klaim dan lain-lain. Hari ini kita berpikir tentang pendidikan agar menjadi harapan baru bagi kita, sehingga SMP Negeri 5 Pangkalan Kerinci menjadi antisipasi sebagai daya tampung siswa-siswi kedepannya dan mereka bisa bersekolah di sini dengan nyaman,” tegas Leo.
Upaya penyelesaian secara musyawarah telah dilakukan oleh pihak terkait. Diharapkan semua pihak dapat menemukan solusi yang tidak hanya menyelesaikan problem ini, tetapi juga mencegah masalah serupa di kemudian hari dan agar pembuatan resapan air tidak dilanjutkan lagi oleh Nazwir dan berharap adanya perhatian pemerintah yang dapat menjadi solusi kedepan. Karena untuk pembuatan drainase atau parit tentu dapat dilakukan peninjauan melalui pihak PUPR kabupaten Pelalawan.
Pewarta : Ofelius Gulo
Editor : Firman