NIAS BARAT, Beritategas.com –
Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli (KEJARI) Selasa (30/01) melakukan monitoring pelaksanaan tahapan pemilu dan pantau gudang logistik KPU di Nias Barat sudah berjalan sesuai dengan waktu. Komisioner KPUD Nias barat dan Polisi keluhkan listrik karena sering padam sehingga terganggu sinyal internet. Sebagaimana disampaikan pada awak media pada Rabu (31/01/24).
Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Parada Situmorang, SH., MH., mengatakan hanya memastikan proses tahapan pemilu berjalan sesuai waktu.
“Sebagai kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli yang wilayahnya Nias Barat, memastikan bahwa proses tahapan pemilu itu masih berjalan sesuai dengan waktu, bahwa keamanan dan kendala-kendala terkait pendistribusian dan juga nanti tahapan tataran pelaksanaan, kami juga ingin tau pelaksanaannya supaya dalam hal terkait ada kendala teknis pada hari hak, kami bisa mengantisipasinya tentu dari sisi pengawasannya”, ucapnya.
Dikatakannya bahwa mereka bagian dari penyelenggara,”Kami adalah bagian dari penyelenggara Pemilu bersama Polisi, jadi kami tergabung di Bawaslu dan kami juga ingin memastikan bersama jajaran KPU bahwa tahapannya berjalan dulu”, jelasnya.
“Apa logistiknya yang sudah siap, apa yang belum datang dan bagaimana teknisnya, hanya memastikan tahapan Pemilu berjalan sesuai dengan waktunya karena tinggal 16 hari lagi”, terangnya.
Menurut Kejari bahwa sampai saat ini telah berjalan sesuai waktu, hanya ada beberapa hal kendala seperti jaringan yang kurang memadai jika mati lampu.
“Sejauh ini sudah sesuai dengan waktunya, kalau tahapan jajaran logistik berjalan sesuai waktunya, hanya keluhan dari para Komisioner dan juga Polisi, jaringan listrik dan jaringan alat komunikasi terkait dengan aplikasi sirekap itu yang masih bahan pergumulan”, tegasnya.
“Selesai ini kami akan mungkin komunikasikan dengan PLN dan mudah-mudahan kami bisa mendapat”, jawabannya.
Ketua KPU Nias Barat Safarman Jaya Gulo menyampaikan ucapan terimakasih kepada kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli atas pesan-pesan dan motivasinya.
“Kami berterima kasih kepada kajari Gunungsitoli atas pesan-pesan dan motivasinya menyukseskan pemilu ini”, ujarnya.
Safarman juga menyampaikan bahwa ada beberapa kendala yang mereka alami seperti seringnya lampu padam.
“Kita juga sudah menyampaikan beberapa kendala, baik itu pendistribusian logistik di kepulauan maupun tentang sirekap, bahwa di Nias Barat ini, jika lampunya padam, maka jaringannya ikut leleh. Dalam pemilu ini kita sangat membutuhkan jaringan yang bagus”, jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa sudah menyampaikan kepada pihak PPK, PPS sampai di tingkat bawah. PPS yang telah dilantik pada tanggal 25 itu, harus sesuai dengan SK dan PPS itu tidak boleh bekerja tanpa SK. PPS yang bertugas pada pemungutan suara atau penandatanganan berita acara harus sesuai orangnya dengan SK yang telah diterbitkan.
Hadir dalam monitoring ini, Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Parada Situmorang, SH., MH., Kasi Intelijen Sulaiman A. Rifai Harahap, Kasi Datun Satria Darma Putra Zebua, SH.
dan para Kasubsi pada seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Gunungsitoli, Kapolsek Sirombu, Ketua KPU Nias Barat, Kadiv Rendatin, Kadiv SDM dan Parmas, dan Kadiv Teknis.
Pewarta : Sedarius Gulo
Editor : Widiyo Prakoso