JAMBI, Beritategas.com – Mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) yang tergabung dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) telah menciptakan inovasi kreatif berupa permainan monopoli edukatif bernama Monopoli Jelajahi Budaya Jambi (Moladambi).
Melalui program ini, tim Moladambi mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengembangkan produk tersebut dan membawa mereka ke ajang KMI Expo 2024 di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada tanggal 23 Oktober 2024.
Tim Moladambi dipimpin oleh Clarisa Pragita, mahasiswa Program Studi Akuntansi UNJA, dengan anggota tim yang semuanya berasal dari jurusan yang sama, yaitu Ismi Riska Adinda, Fenni Wang, Annisa Fitriyani, dan Ali Akbar Syariz.
Mereka berhasil mengembangkan Moladambi di bawah bimbingan Dwi Kurniawan, S.E., M.M. dan dimonitor oleh mentor Ir. Yosi Riduas Hais, S.ST., M.T., yang turut memberikan panduan berharga sepanjang proses pengembangan dan pelaksanaan program ini.
Moladambi muncul dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya pengetahuan generasi muda tentang budaya lokal, terutama di Jambi. Di era modern ini, banyak anak-anak lebih memilih bermain gadget dibanding mengenal warisan budaya daerah mereka sendiri.
“Permainan ini berhasil menarik perhatian karena konsepnya yang unik, memadukan unsur edukasi dan hiburan dengan tujuan memperkenalkan budaya Jambi kepada generasi muda,” Ujar Clarisa Pragita, Senin (07/10/2024).
Kemudian, dengan dukungan Program P2MW, Moladambi kini telah siap dipasarkan, dan strategi pemasaran mencakup distribusi ke beberapa sekolah, tempat oleh-oleh dan lain sebagainya.
Lebih dari sekadar permainan, Moladambi bertujuan menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan kekayaan budaya daerah.
Keberhasilan ini membawa Moladambi terpilih untuk hadir di ajang KMI Expo 2024 di Universitas Halu Oleo, Kendari, dan ini merupakan sebuah kesempatan yang akan memperkenalkan produk ini kepada khalayak yang lebih luas di tingkat nasional.
Moladambi diharapkan tidak hanya menjadi alat edukasi, tetapi juga media yang menyenangkan untuk merayakan dan melestarikan budaya Jambi.
“Dengan adanya permainan ini, generasi muda diharapkan dapat lebih memahami dan mencintai warisan budaya lokal, serta merasa terhubung dengan identitas budaya mereka sendiri,” harap Clarisa Pragita.
Kunjungi : www.unja.ac.id.
Pewarta : A.Erolflin
Editor : Firman