JAMBI, Beritategas.com – Neraka merupakan tempat menebus dosa bagi orang-orang yang semasa hidupnya membangkang dan menentang syariat Allah SWT. Al-Qur’an menyebutkan, orang-orang zalim akan kekal terbakar di dalam neraka.
Beragam jenis siksaan di neraka yang akan dirasakan manusia untuk menebus segala dosa yang telah dilakukannya semasa hidup.
Di hari Kiamat, orang-orang kafir akan diseru, sedangkan mereka berada di dalam api neraka yang membakar.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata bahwa pada saat itu mereka membenci dirinya sendiri dengan kebencian yang sangat karena perbuatan dosa yang dahulu mereka kerjakan semasa di dunia.
Para malaikat berkata, “Kebencian Allah Swt. terhadap mereka sewaktu di dunia saat ditawarkan kepada mereka iman, lalu mereka kafir, jauh lebih hebat daripada kebencian kalian kepada diri sendiri,” ucapnya keras menggelegar.
Siapa saja calon penghuni neraka, inilah gambaran sebuah hadis Nabi saw.
Rasulullah SAW. bersabda, Allah SWT berfirman, “Wahai Adam.” Nabi Adam as, menjawab, “Labbaika, kemuliaan milik-Mu dan segala kebaikan berada di tangan-Mu.”
Kemudian Allah berfirman, “Keluarkanlah utusan neraka.” Adam as. bertanya, “Apa yang dimaksud dengan utusan neraka? (berapa jumlahnya?)”
Allah berfirman, “Dari setiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh sembilan dijebloskan ke neraka. Ketika perintah ini diputuskan maka anak-anak belia menjadi beruban, dan setiap wanita hamil kandungannya berguguran, dan kamu lihat manusia mabuk padahal mereka tidaklah mabuk, tetapi (mereka melihat) siksa Allah yang sangat keras.” (QS. Al-Hajj, 22: 2).
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, adakah di antara kami seseorang yang selamat?”
Beliau bersabda, “Bergembiralah, karena setiap seribu yang dimasukkan neraka, dari kalian cuma satu, sedang sembilan ratus sembilan puluh sembilannya dari Yakjuj dan Makjuj.”
Rasulullah Saw pun bersabda, “Dan demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku berharap kalian menjadi di antara seperempat ahli surga.” Maka kami bertakbir. Beliau bersabda lagi, “Aku berharap kalian menjadi di antara sepertiga ahli surga.” Maka kami bertakbir lagi.
Kemudian beliau bersabda lagi, “Aku berharap kalian menjadi di antara setengah ahli surga.” Maka kami bertakbir sekali lagi.
Lalu beliau bersabda, Tidaklah keberadaan kalian di hadapan manusia, melainkan bagaikan bulu hitam pada kulit sapi jantan putih, atau bagaikan bulu putih yang ada pada Kulit sapi jantan hitam.” (HR. Al-Bukhari).
Yuk kita hindari api neraka dengan menjauhi segala keburukan dan melakukan kebaikan.
Hormat kepada kedua orang tua, sayangi teman, dan terus belajar untuk menjadi yang terbaik di hadapan Allah Swt.
“Semoga kita mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW” di yaumil akhir kelak.
(Sumber al-qur’an kisah terbitan alQosbah Karya Indonesia, Maret 2022)
Pewarta: A. Erolflin
Editor: Firman