JAMBI, Beritategas.com – Mahasiswa KKNT-DLT Universitas Jambi (UNJA) melakukan aksi nyata dalam membantu pemulihan ternak pasca banjir di kawasan (DLT) Pudak, Desa Pudak, Kabupaten Muaro Jambi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) yang berfokus pada pemulihan imunitas Sapi Bali melalui pemberian jamu sehat yang dilaksanakan di Desa Pudak pada Rabu, 28 Agustus 2024.
Tim mahasiswa KKNT-DLT UNJA memulai kegiatan dengan pembuatan jamu tradisional yang dapat meningkatkan imunitas ternak.
Jamu ini terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar desa, seperti Kunyit, Temulawak, Temu ireng, dan Bawang putih.
Proses pembuatan jamu dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan dan kualitas untuk memastikan keamanan konsumsi bagi ternak.
Proses pembuatan jamu dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Semua bahan (Kunyit, Temulawak, Temu ireng,Bawang putih) dikupas.
Bahan-bahan yang telah dikupas kemudian digiling bersama-sama.
Campuran bahan yang telah digiling direbus bersama dengan gula merah hingga mendidih.
Setelah mendidih, larutan jamu didiamkan hingga dingin.
Jamu yang sudah dingin kemudian dikemas dalam botol untuk memudahkan pemberian kepada ternak.
Dr. Ir. Sri Arnita Abu Tani, M.S., selaku Dosen Pendamping Lapangan KKN-DLT Ini, memberikan penjelasan mengenai jamu yang diberikan kepada ternak, Senin (07/10/2024).
“Perlu dipahami bahwa jamu ini berfungsi sebagai stimulan, bukan obat. Keamanannya untuk ternak sudah terjamin, mengingat formulasi ini telah melalui serangkaian penelitian di Institut Pertanian Bogor (IPB),” ujar Dr. Sri Arnita Abu Tani.
Dr. Sri Arnita menambahkan, “Penggunaan jamu tradisional ini diharapkan dapat menjadi solusi alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh sapi pasca banjir, sekaligus menjadi alternatif yang lebih ekonomis bagi para peternak.” Ujarnya.
Sebelum pemberian jamu, mahasiswa melakukan pendataan terhadap ternak warga yang terdampak banjir. Pendataan ini bertujuan untuk memastikan distribusi jamu yang tepat sasaran dan efektif.
Para mahasiswa berkeliling desa, mengunjungi kandang-kandang ternak, dan mencatat jumlah serta kondisi Sapi Bali milik warga.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJA. Tim LPPM UNJA melakukan monitoring langsung ke lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan program.
Monitoring ini juga bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian jamu terhadap pemulihan imunitas Sapi Bali pasca banjir.
Kepala Desa Pudak, Datuk A.Minto menyampaikan harapannya atas dilakukannya kegiatan ini.
“Saya berharap kegiatan ini dapat membantu pemulihan ternak warga pasca banjir dan meningkatkan kesejahteraan peternak di Desa Pudak”.
”Selain itu, Saya juga berharap mahasiswa dapat berbagi pengetahuan tentang perawatan ternak yang dapat diterapkan oleh warga secara berkelanjutan.” ungkap Datuk A.Minto.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Pudak. Seorang peternak lokal mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Semoga dengan pemberian jamu ini, ternak kami bisa pulih dan produktif kembali,” ujarnya.
Program pemberian jamu sehat ini direncanakan akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi pemulihan peternakan di kawasan DLT Pudak, Desa Pudak pasca bencana banjir.
Kunjungi : www.unja.ac.id.
Pewarta : A.Erolflin
Editor : Firman