JAMBI, Beritategas.com – Waktu berjalan sangat cepat. Seakan baru kemarin Ramadhan datang menyapa kita. Tanpa terasa, saat ini kita sudah berada di penghujung Ramadhan. Beberapa saat lagi Ramadhan akan pergi meninggalkan kita. Ia terlihat sedang berkemas-kemas, kita lepas kepergian Ramadhan dengan kepedihan hati. Mungkin Ramadhan akan kembali pada tahun depan, akan tetapi Allah belum tentu menakdirkan kita bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan. Mungkin ini Ramadhan terakhir bagi kita.
Dikesempatan ini, ustadz Sadah Husen, S.Sy untuk pembaca Beritategas.com mendoakan yang insyaAllah kita selalu berada dalam naungan rahmat dan hidayah Allah SWT. Sekarang kita berada pada puasa hari ke-28 ramadhan, Jumat (28/03/2025).
Sungguh beruntung orang yang telah berpuasa Ramadhan dengan dilandasi iman dan niat semata mengharap ridha Allah.
Sungguh berbahagia orang yang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan berbagai ibadah dengan dilandasi keimanan dan niat semata mengharap ridha Allah. Sungguh mujur orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan dilandasi keimanan dan niat semata mengharap ridha Allah.
Semoga kita untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Hari-hari yang indah bersama Al-Qur’an di bulan Ramadhan, jangan sekali-kali di luar Ramadhan kita lupakan. Hari-hari yang indah ketika beramal kebaikan di bulan Ramadhan, maka sehabis Ramadhan jangan dihentikan.
Hari-hari yang indah pada saat kita selalu mendatangi masjid di bulan Ramadhan, maka sehabis Ramadhan jangan kita tinggalkan. Hari-hari yang indah sewaktu kita selalu berusaha untuk menghiasi diri dengan akhlakul karimah di bulan Ramadhan, maka selepas Ramadhan jangan sampai kita nodai dengan keburukan. Sebaik-baik keberagamaan seseorang adalah apa yang ia istiqamahkan.
Diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah radliyallahu ‘anha bahwa Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Amal (kebaikan) yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu meski sedikit.” (HR Muslim)
Jangan sampai pelajaran-pelajaran berharga yang kita petik dari madrasah Ramadhan tidak terlihat bekasnya selepas Ramadhan. Jangan sampai kita menjadi seperti perempuan yang memintal benang kemudian mengurainya kembali.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai-berai kembali. Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Allah hanya menguji kamu dengan hal itu, dan pasti pada hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 92).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Para ulama mengatakan bahwa salah satu tanda diterimanya amal kebaikan seseorang adalah melakukan amal kebaikan setelahnya. Artinya, jika seseorang diberi kemudahan untuk melakukan amal-amal kebaikan setelah bulan Ramadhan, tetap semangat melakukan berbagai kebaikan meski telah meninggalkan Ramadhan, maka hal itu pertanda bahwa ibadah puasanya dan berbagai ibadah lainnya selama Ramadhan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Setelah kita menempa diri di madrasah Ramadhan, maka semestinya hati kita telah bersih dari penyakit-penyakit hati yang membahayakan, diri kita terbiasa melakukan berbagai ketaatan dan kebaikan, keimanan kita semakin kokoh tak tergoyahkan.
Mudah-mudahan madrasah Ramadhan menjadikan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah, kebaikan kita semakin bertambah, derajat kita semakin tinggi, dan kita dibebaskan dari api neraka.
Jangan lupa untuk menyempurnakan puasa Ramadhan dengan berzakat fitrah bagi yang mampu. Dan jangan lupa untuk mengiringi puasa Ramadhan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal sehingga kita dicatat sebagai orang-orang yang mendapatkan keutamaan seperti berpuasa selama setahun penuh.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Demikianlah pertemuan kita pada kesempatan ini, semoga kita selalu dalam lindungan Allah.
Pewarta: A.Erolflin
Editor: Firman