JAMBI, Beritategas.com – Perjalanan meraih gelar guru besar atau profesor tidaklah mudah dan membutuhkan perjuangan serta proses yang panjang. Prof. Dr. Ade Octavia, S.E., M.M., menjadi salah satu dari 8 Guru Besar (Profesor) Universitas Jambi (UNJA) yang akan dikukuhkan pada Rabu (13/11/2024).
Hal ini sesuai dengan Keputusan Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi tentang kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen, Prof. Ade Octavia.
Ia lahir di Bajubang, Kabupaten Batang Hari pada 23 Oktober 1974, isteri dari H. Qamaruz Zaman, S.E.,M.M., Pasangan ini dikaruniai 4 orang anak yang bernama Aflah Riana Salsabila, S.ked, Ahmad Dylan Al Muzakki, Aiman Haqqani Al Zawahirri dan Alm. Muhammad Mufid Rahmatullah.
Prof. Ade Octavia, menempuh Pendidikan di SDN 117 Kota Jambi, lalu bersekolah di SMPN 11 Kota Jambi kemudian melanjutkan ke SMAN 4 Kota Jambi.
Ia menempuh jalur pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan bidang Manajemen pada tahun 1992-1996, kemudian melanjutkan S2 Prodi Magister Manajemen Universitas Brawijaya Malang melalui jalur beasiswa Karyasiswa Dikti pada tahun 1997-1999.
Tahun 2002 mendapatkan beasiswa Dikti untuk melanjutkan ke strata tiga (S3) dan tamat tahun 2006 di Program Doktor Ilmu ekonomi Universitas Brawijaya Malang, di usia 32 tahun.
Ia menjadi dosen pada tahun 1999 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJA.
Prof. Ade Octavia merupakan putri kedua dari empat bersaudara, ayah Alm. H. Achmad Suri dan Ibu Hj. Nurdjana. Ayahnya bekerja di PT. Pertamina (Persero) dan ibundanya seorang ibu rumah tangga.
Sebelum menikah, Ibunya merupakan mahasiswi di Fakultas Hukum Universitas Jambi pada tahun 1970, namun karena menikah dan ikut suami bertugas di PERTAMINA Bajubang, maka harus rela meninggalkan bangku kuliah dan menguburkan keinginannya untuk menjadi sarjana.
Prof. Dr. Ade Octavia mengatakan dari keinginan Ibunya yang tidak kesampaian, membuat Ibu Prof. Ade Octavia terus menerus memberikan motivasi kepada anak-anaknya, bahwa perempuan juga harus berpendidikan tinggi.
Ayah Prof. Ade berasal dari Padeglang Banten, sementara Ibu-Nya berasal dari Sumatera Utara, namun keduanya sudah menetap di Jambi, Prof. Ade mengatakan orang tuanya adalah pejuang dan pendidik yang hebat, selalu melindungi dan mendukung apapun yang dilakukan anak-anaknya selama itu untuk kebaikan, begitupun dengan ibunya, baginya Ibunya adalah sosok hebat dan baik sehingga Ia termotivasi untuk tetap belajar dan sekolah.
“Mama adalah perempuan yang sangat hebat dan tangguh, doa dan kerja keras beliau menjadikan saya dan saudara-saudara saya selalu ingin memberikan yang terbaik disetiap pencapaian kami,” ujar Prof. Ade Octavia.
Prof. Ade Octavia menceritakan bagaimana perjalanannya sampai menjadi guru besar.
“Saya menjadi dosen pada tahun 1999 di FEB UNJA, setelah pulang dari S3, saya baru mulai mengurus jabatan fungsional dan pangkat. Awal tahun 2024 saya mencoba mengusulkan gelar Guru Besar setelah memenuhi persyaratan masa dua tahun dari fungsional terakhir.
“Hasilnya, usulan saya belum direkomendasikan dan harus diperbaiki serta diajukan kembali, setelah perbaikan dan pengajuan ulang, barulah saya mendapatkan sertifikat kompetensi dan terbit SK. Pencapaian ini adalah berkat rahmat dari Allah SWT dan orang yang paling berperan dalam pencapaian guru besar saya adalah keluarga, terutama suami, berkat doa, keridhoan, keikhlasan dan motivasi yang kuat dari beliau, mungkin Guru besar tidak akan saya raih,” tambah Prof. Dr. Ade Octavia.
Prof. Ade Octavia juga menceritakan bagaimana hambatan dan rintangannya sebelum menjadi guru besar.
“Setiap tahapan pengusulan jabatan fungsional dari Asisten Ahli sampai Guru Besar memiliki berbagai pengalaman, mulai dari mengumpulkan KUM, usulan yang belum lengkap, usulan yang tidak memenuhi, menunggu jadwal rapat tim, hingga menunggu hasil penilaian keluar semua membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Salah satu tantangan dalam pengusulan Guru Besar adalah harus teliti dalam memenuhi setiap kriteria usulan dan kelengkapan dokumen, sehingga diperlukan ketelitian ekstra, ditambah lagi harus menyesuaikan dengan peraturan dan sistem yang baru, yang belum sepenuhnya dipahami oleh tenaga kependidikan terkait,” ujar Prof. Ade Octavia.
Ditambahkan Prof. Ade, “Mempelajari aturan pengusulan dan secara intensif berkomunikasi serta berkoordinasi dengan pihak Fakultas dan Universitas untuk melengkapi bahan usulan. Selain itu, saya juga saling bertukar informasi dengan kolega yang juga mengusulkan di periode yang sama, jika ada hal-hal terbaru yang belum diketahui sebelumnya,” tambah Prof. Ade Octavia.
Prof. Dr. Ade juga memiliki harapan kedepannya setelah menjadi guru besar bisa lebih meningkatkan lagi kompetensi sesuai dengan kepakaran ilmu, Ia juga berharap bisa lebih berkontribusi bagi Universitas Jambi, khususnya bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta bermanfaat bagi masyarakat dan terus melaksanakan tridharma perguruan tinggi dengan lebih baik.
Kunjungi : www.unja.ac.id.
Pewarta: A.Erolflin
Editor: Firman