JAMBI, Beritategas.com – Ma’asyiral Muslimin pembaca yang dirahmati Allah. Puji syukur kepada Allah Subhanahu wa ta ala dengan ucapan Alhamdulillâhi rabbil âlamin, mari senantiasa kita ucapkan sebagai bentuk terimakasih kepada-Nya atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita semua, khususnya nikmat iman dan sehat, sehingga kita bisa terus istiqamah menunaikan ibadah dan kewajiban.
Semoga ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT dan kita digolongkan sebagai hamba-hamba-Nya yang taat, serta dikumpulkan dalam surga-Nya yang penuh nikmat.
Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada panutan dan idola kita bersama, Nabi Muhammad Sall Allahu alayhi wasalam, allahumma shalli ‘alâ Muhammad wa ‘alâ alih wa sahbih, yang telah mengajarkan kita kebenaran agar tidak terjerumus pada kesalahan, dan kebaikan agar tidak terjerumus pada keburukan.
Semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan kepada keluarganya, para sahabatnya, dan semua umatnya. Aamiin.
Selanjutnya, sebagai awal dalam memulai perjumpaan kita di Jumat ini, 4 Safar 1446 H/ 09 Agustus 2024 saya Ustaz Sadam Husen, S.Sy mengajak para pembaca semua untuk terus berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Alah Swt dengan hakikat takwa yang sesungguhnya, caranya adalah menjalankan semua yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.
Kenapa sangat penting bagi kita semua untuk terus meningkatkan ketakwaan, karena bekal yang akan kita bawa menuju akhirat bukanlah harta yang berlimpah, bukanlah wajah yang tampan rupawan, bukan pula jabatan, namun ketakwaan kepada Allah swt, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman:
Artinya, “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”
(QS Al-Baqarah [2]: 197).
Ma’asyiral Muslimin pembaca yang dirahmati Allah, saat ini kita semua ada di dalam bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Islam setelah bulan Muharram.
Pada bulan ini, banyak orang-orang yang beranggapan dan berkeyakinan bahwa bulan ini merupakan bulan kesialan. Semua perbuatan yang dilakukan akan sial dan tidak akan pernah menuai kesuksesan.
Anggapan dan keyakinan tersebut tentu tidak benar dan tidak sesuai dengan ajaran Islam yang kita anut bersama.
Dalam Islam tidak ada suatu bulan yang bisa mendatangkan suatu bahaya, kesialan, dan kegagalan dengan sendirinya.
Semuanya sudah ditentukan oleh Allah Swt, dan tidak ada seorang pun yang bisa menghalanginya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, yaitu:
Artinya, “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS Al-Hadid [57]: 22).
Ayat ini menegaskan bagi kita semua, bahwa suatu musibah, ujian dan kesialan yang menimpa seorang hamba bukan disebabkan oleh suatu bulan tertentu, bukan disebabkan bulan Safar dan bulan-bulan lainnya, melainkan sudah tercatat di Lauh Mahfuzh yang sudah ada sejak zaman dahulu. Meyakini bahwa suatu bulan bisa mendatangkan kesialan dengan sendirinya merupakan keyakinan yang salah dan Islam tidak pernah mengajarkan keyakinan tersebut.
Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah saw bersabda dalam salah satu haditsnya:
Artinya, “Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak (pula) burung dan juga tidak ada (kesialan) pada bulan safar.
Menghindarlah dari penyakit judam, sebagaimana engkau menghindar dari singa.” (HR Bukhari).
Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah,
Lantas bagaimana caranya bagi kita semua untuk menjadikan bulan ini dengan bulan yang penuh manfaat dan berkah? Maka jawabannya adalah dengan cara terus sibuk dan berusaha untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, karena setiap zaman, bulan dan waktu yang kita jalani dengan ketaatan maka akan menjadi bulan yang berkah, termasuk juga dengan bulan Safar.
Dalam kitab Lathaiful Ma’arif Fima li Mawasimil ‘Am minal Wazhaif, Imam Ibnu Rajab mengatakan:
Artinya, “Maka, setiap zaman yang menyibukkan orang mukmin dari melakukan ketaatan kepada Allah, maka zaman itu merupakan zaman yang diberkahi, dan setiap zaman yang menyibukkan manusia dengan bermaksiat kepada Allah, maka zaman itu merupakan zaman kesialan (tidak diberkahi).”
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyebab suatu bulan menjadi sial dan tidak diberkahi oleh Allah karena banyaknya kemaksiatan di dalamnya. Andaikan setiap bulan yang ada kita jalani dengan semangat peningkatan keimanan dan ketakwaan, maka tentu tidak akan ada bulan kesialan di dalamnya.
Oleh karena itu, mari kita mulai upaya dan usaha kita untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, dengan cara mengerjakan semua yang diwajibkan, mengganti semua kewajiban yang pernah kita tinggalkan, dan menjauhi semua larangan-Nya, serta bertobat dari semua kesalahan dan kemaksiatan yang pernah kita perbuat.
Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah
Demikian yang dapat saya sampaikan tentang keberkahan bulan Safar bagi orang-orang yang taat, dan kesialan bagi mereka yang bermaksiat. Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, dan digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Aamiin ya rabbal alamin.
Pewarta: A.Erolflin
Editor: Firman