Aku juga adalah pemimpin bagi siapa saja yang beriman kepadaku, berserah diri kepadaku, dan berjihad di jalan Allah.
Aku akan memberinya rumah di pinggir surga, rumah di tengah surga, dan rumah di kamar tertinggi surga. Barang siapa yang melakukan hal itu, maka dia telah memenuhi segala tuntutan kebaikan dan tidak ada tempat untuk kejahatan baginya.
Dia akan mati di mana pun Allah kehendaki untuk meninggal dunia.” [HR. Nasai] Sementara dalam Q.S an-Nisa [4] ayat 122, Allah menjanjikan surga akan diberikan kepada orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh.
Orang-orang beriman adalah orang-orang yang meyakini keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan qadar baik dan buruk.
Sedangkan amal saleh adalah segala perbuatan yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala baik berupa perkataan maupun perbuatan.
Allah berfirman;
Artinya: “Orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?”
Menurut Abu Muhammad al-Baghawi, dalam kitab Tafsir Ma’alim Tanzil fi Tafsir, Jilid 1 [Beirut; Dar Ihya at Turats al-Arabi, 1420 H], halaman 704, kelak orang yang beriman dan beramal saleh akan disediakan rumah dan tempat tinggal di surga. Bangunan rumah dan tempat tinggal itu kekal selama-lamanya baginya.
Artinya: “Dari bawah kamar dan tempat tinggal kekal di dalamnya selama-lamanya, kekal di dalamnya selama-lamanya janji Allah itu benar dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?”
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ketiga, memiliki akhlak mulia’. Sejatinya, beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan landasan utama bagi seorang muslim.
Namun, untuk meraih kemuliaan di sisi Allah dan mendapatkan ganjaran surga, ada satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu berakhlak mulia. Salah satu keutamaan berakhlak mulia adalah mendapatkan ganjaran berupa bangunan rumah di surga.
Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud, Rasulullah bersabda:
Artinya: “Aku menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan, meskipun dia benar. Aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kebohongan, meskipun dia bercanda. Aku menjamin sebuah rumah di surga yang paling tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.”
Hadits ini menegaskan bahwa akhlak mulia merupakan salah satu amal saleh yang sangat bernilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala a’ala. Bahkan, pahala yang diberikan berupa bangunan rumah yang indah dan megah di surga, tempat penuh kenikmatan dan kebahagiaan abadi.